AKU AHLINYA

Pagi ini aku berdiri lagi di hadapanmu

Cermin tua yang selalu jujur padaku

Rambut berantakan, mata sembab

Pertanyaan yang sama: “Kenapa masih sendiri?”

Teman-teman sudah punya cincin di jari

Feed Instagram penuh undangan nikah

Aku scroll sambil makan mie instan

di kamar yang kecil, sepi dengan kucing muka bosan

Mama bilang “Turunkan standarmu, Nak”

Papa bilang “Jangan terlalu pilih-pilih”

Tapi hatiku berteriak keras-keras

“Lebih baik sendiri daripada salah pilih”

Swipe left, swipe right

Dating apps yang melelahkan

Coffee date yang hambar

Small talk yang menyiksa

Maybe aku memang aneh

Maybe aku terlalu rumit

Maybe aku takut mencintai

Maybe aku takut disakiti

Atau maybe…

Maybe timing belum tepat

Maybe dia masih dalam perjalanan

Maybe Tuhan sedang menyiapkan sesuatu

Terlepas dari itu semua,

aku ahlinya berpura pura bahagia.

Aku ahlinya menangis tanpa air mata