TANPA TANDA TANGAN

[Verse 1]
Bagaimana cara menerima
Ketika aku dihadirkan hanya untuk dilepaskan
Apakah aku tanpa perencanaan
Tak dikehendaki, tak dinantikan
Bagaimana menulis surat protes
Kepada sang sutradara yang tak pernah hadir
Ketika kita tak punya kendali
Atas nyawa dan tubuh sendiri

[Pre-Chorus]
Naskah cerita yang dituliskan untukku
Berbeda dari yang lain
Di sini kami semua serupa
Dalam luka yang berbeda nama

[Chorus]
Ada yang orangtua tiada
Ada yang memilih pergi
Ada yang sengaja menjauh
Tanpa meninggalkan alasan
Mungkin kami bukan yang diharapkan
Mungkin kami terlalu beban
Walau hanya meminta setetes susu
Dan sesuap bubur untuk bertahan
Di tanah yang telah kau selusuri
Sepanjang umurmu

[Verse 2]
Aku belajar diam lebih dulu
Sebelum belajar berbicara
Aku belajar tidak berharap
Sebelum belajar berdoa
Ulang tahunku datang dan pergi
Tanpa ada yang menyebut namaku duluan
Siapa yang ingat hari aku lahir
Kalau yang melahirkan saja tak ingat aku

[Pre-Chorus]
Tapi aku masih di sini
Masih bernafas di antara tembok ini
Dengan teman-teman yang juga bertanya
Pertanyaan yang sama setiap malam

[Chorus]
Ada yang orangtua tiada
Ada yang memilih pergi
Ada yang sengaja menjauh
Tanpa meninggalkan alasan
Mungkin kami bukan yang diharapkan
Mungkin kami terlalu beban
Walau hanya meminta setetes susu
Dan sesuap bubur untuk bertahan
Di tanah yang telah kau selusuri
Sepanjang umurmu

[Bridge]
Tapi siapa bilang
Cerita ini milikmu untuk ditulis
Aku ambil pena ini
Dari tangan sutradara yang pengecut itu
Mungkin memang tak ada yang menginginkanku
Tapi aku menginginkan diriku sendiri
Dan itu sudah cukup
Untuk tetap berdiri hari ini

[Outro — pelan, hampir berbisik]
Aku tidak tahu namamu
Kau tidak tahu namaku
Tapi kita tidur di bawah atap yang sama
Dan itu semacam keluarga juga
Selamat malam
Untuk yang juga tak bisa tidur malam ini
Kita masih di sini
Kita masih di sini

Posted in

Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *