Kupaksakan langkah di antara debu masa lalu,
Bayangmu masih menari di sudut ruang hatiku.
Peluk baru yang hangat, tapi jemarimu masih terasa,
Di kulitku yang mengering, bekas janji kau ukir tanpa kata.
Kubisikkan pada malam: “Apakah salah bertahan?”
Tapi hidup memaksa tangan menggenggam belati,
Melukai kau yang tulus, atau aku terjatuh mati
Rindu yang tercipta, jadi harap tak terucap
Semua tentang hariku adalah melupakan dirimu
Namun jelas takkan bisa, betapa gila aku mencoba
Ia perlakukanku dengan lembut tapi dia bukan kau
yang kuinginkan adalah cintamu bukan cintanya
Tuhan bilang ku harus MENIKAM RASA!
Melupakan harapku tentangmu
Mengubur semua asa yang kita damba
Namun nanti, suatu pagi
ku yakin kita akan bersama
Walau Tuhan bilang ku harus menikam rasa!
Namun jelas takkan bisa, walau gila aku mencoba
ia beriku segalanya tapi dia bukan kau
yang kuinginkan adalah cintamu bukan cintanya

Leave a comment