Dulu tanganku hampa, tak mampu memberikan apapun
Di hadapanmu aku hanya bayangan tanpa substansi
Kau layak ditemani, aku hanya bisa menonton dari jauh
Sementara duniamu bersinar, aku tenggelam dalam kegelapan
Apakah kau masih bernyanyi, bintang yang tak menunggu?
Atau kau tlah jatuh di rayuan seseorang yang lebih siap?
Kini genggamanku penuh dengan janji yang dulu tak sanggup kubisikkan
Tapi mungkin hanya gema sunyi yang menyambutku di ujung penantian
Aku telah menaklukkan semua kelam yang menghantuiku
Kecuali satu: ketakutan bahwa kau tak lagi menanti
Jika masih ada secercah harapan di antara kita
Akan kutembus badai dan kubendung samudera untukmu

Leave a comment