Bait-bait awan biru tak seindah redup matamu
Yang bercahaya tinggalkan kesan surgawi
Lirih pasrah menerima mentari jatuh dan tenggelam
Yang menggemakan sepi di dasar hati
Kudambakan dirinya … dalam doa dan harapan
Sejujurnya … setulusnya
Lalu lepaskan semua
Aku tahu ia percaya
Memberi rasa kepadaku yang tak pantas berharap
Lalu lepaskan semua
Aku tahu ia mencoba
Mengenang hati yang perlahan ditinggalkan waktu
Arak arakan pawai gelisah dalam hati duduk diam
Mencoba bertahan dalam gemetar tak terhingga

Leave a comment